Sarana Prasarana

Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ganesha Ciputat Tangerang Selatan Banten -

BHAKTI SOSIAL OLEH BEM STIE GANESHA" DALAM RANGKA MENYONSONG 20 TAHUN YAN "

Dalam rangka menyonsong ultah YAN ke-20 , BEM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) GANESHA , melakukan bhakti sosial sekaligus jum'at bersih

BEM STIE GANESHA

Kegiatan BEM: debat mahasiswa , orasi ilmiah dan pidato, stand up comedy, futsal mahasiswa sebagai "agent of change" terhadap masyarakat dan Indonesia

HJ. ROSDIANA: MANUSIA PERLU AMBISI, TAPI JANGAN AMBISIUS

YAN didirikan oleh Dr. H .Alimudin Al-Murtala, MM, M.Pd. yang tak lain adalah suaminya. Berkat ketekukan dan keuletan pasangan suami-istri itu, kini YAN menjelma menjadi sebuah lembaga pendidikan yang sangat besar. Tercatat ada seribuan mahasiswa yang kuliah di kampus YAN yang terletak di Pisangan Ciputat Timur Tangsel. Mereka berasal dari Akpar Nusantara, STIE Ganesha, STT Telematika, STKIP Suluh Bangsa, dan STIP Tangerang Raya

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label kliping. Show all posts
Showing posts with label kliping. Show all posts

Monday, August 17, 2015

Kampus STKIP Suluh Bangsa tidak termasuk yang di bekukan tapi hanya di bina.



Citranews TV, Menanggapi pemberitaan di media Pengurus Yayasan Aldiana Nusantara Drs H Alimudin Al-Mur­tala, MM membantah (9/6/2015) Kampus STKIP Suluh Bangsa tidak termasuk yang di bekukan tapi hanya di bina.

Saturday, October 18, 2014

Ketua Yayasan Aldiana Nusantara (YAN)


HJ. ROSDIANA: MANUSIA PERLU AMBISI, TAPI JANGAN AMBISIUS

BAGI  Dra. Hj. Rosdiana, SE, M.Pd, menjadi Ketua Yayasan Aldiana Nusantara (YAN)—sebuah lembaga pendidikan besar di Tangerang Selatan (Tangsel), tidak terlalu menyulitkannya. Sebab, latar belakang wanita kelahiran Pare-Pare Sulawesi Selatan 25 Juni 1963juga berasal dari keluarga pendidik. “Sebagian besar keluarga saya adalah pendidik,” tuturnya. 

Sekedar diketahui, YAN didirikan oleh Dr. H .Alimudin Al-Murtala, MM, M.Pd. yang tak lain adalah suaminya. Berkat ketekukan dan keuletan pasangan suami-istri itu, kini YAN menjelma menjadi sebuah lembaga pendidikan yang sangat besar. Tercatat ada seribuan mahasiswa yang kuliah di kampus YAN yang terletak di Pisangan Ciputat Timur Tangsel. Mereka berasal dari Akpar Nusantara, STIE Ganesha, STT Telematika, STKIP Suluh Bangsa, dan STIP Tangerang Raya—perguruan tinggi yang dikelola YAN.Itu belum termasuk sekolah SMP, SMA dan SMK milik YAN yang muridnya pun mencapai 3 ribu lebih.
Di YAN, kata wanita anggun ini, motto yang dipakai adalah “Hidup-hidupkan YAN agar kita bisa mencari penghidupan di YAN”. Maksudnya, target ke depan yang ingin dicapai yakni berupaya mensejahterakan lingkungan agar masyarakat dan guru yang ada dilingkungannya bisa hidup sangat layak.


Meski YAN didirikan bersama sang suami, namun dirinya tidak menerapkan manajemen keluarga. Dalam mengambil kebijakan misalnya, dirinya selalu melibatkan seluruh keluarga besar YAN. Bahkan, dalam jenjang karir di YAN, pihaknya pun memberi kesempatan sama kepada seluruh pendidik untuk menjadi penerusnya dalam hal manajemen. Kepada putra-putrinya, jika ada diantara mereka yang ingin berkarir di YAN, harus dimulai dari bawah dulu. “Tidak bisa langsung menjadi pimpinan, karena kemajuan YAN berangkat dari profesionalisme,” ujarnya.

Dalam menjalani kehidupan, Rosdiana selalu berprinsip, boleh punya ambisi, tapi jangan ambisius. Hal itu juga yang selalu diingatkan kepada sang suami. Apalagi, Alimudin selama ini dikenal sebagai sosok yang enerjik, baik dalam berfikir maupun bertindak. “Sebagai istri, saya harus mampu mengimbanginya. Baik dalam bentuk nasehat, saran maupun pemikiran sehingga bisa seiring sejalan,” urainya.TRA

Pendiri Yayasan Aldiana Nusantara (YAN)


Kisah Dr. H. Alimudin Al- Murtala, MM. M.Pd, Pendiri Yayasan Aldiana Nusantara (1) Mantan Office Boy Kini Memiliki Yayasan Pendidikan Besar

SIAPA sangka, Yayasan Aldiana Nusantara (YAN) yang kini sangat tersohor di Tangerang Selatan (Tangsel) karena memiliki sejumlah lembaga pendidikan dari SMP hingga Perguruan Tinggi ternyata milik seorang mantan office boy. Dia adalah Dr. H. Alimudin Al- Murtala, MM. M.Pd, pendiri YAN yang kini menjabat Direktur Perguruan YAN.

Saya mengawali karir sebagai office boy, pesuruh di di sebuah yayasan pendidikan. Dari sanalah Alimudin berproses. Sambil bekerja, dia pun mempelajari seluk-beluk yayasan pendidikan tempatnya bekerja. Pelan tapi pasti, nasib mulai mengubahnya. Dari office boy, dia menjadi guru honor di SMPN Ciledug sejak tahun 1982. Sejak itu, dia pun terjun total di bidang pendidikan. Apalagi setelah tahun 1989 lulusan PGA (Pendidikan Guru Agama) Negeri Serang Tahun 1980 ini diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Kemudian, tahun 1991, dirinya diangkat menjadi Kepala SMP Dwi Putra selama tiga periode alias 15 tahun berturut-turut.

Kegigihannya luar biasa. Sebab, di sela-sela kesibukannya menjadi Kepala SMP Dwi Putra, Lelaki kelahiran

Bugis-Riau, 14 Agustus 1960 ini juga menjadi Kepala Sekolah Panca Sakti selama dua periode lebih. Hal ini justru mematangkan dirinya dalam dunia pendidikan hingga akhirnya tahun 1995, Alimudin mendirikan Yayasan Aldiana Nusantara.

Di awal berdiri, YAN membuka kursus paket A, B dan C serta kursus Bahasa Inggris dan Program Perhotelan Diploma 1 (D1) dan D2. Seiring perkembangan, maka pada tahun 1999, maka YAN resmi didaftarkan di notaris. Pertama kali, Perguruan YAN berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda, tepatnya di samping perguruan Triguna Ciputat. Kemudian dibukalah Akademi Pariwisata Nusantara, SMK Nusantara 1, STT Telematika, SMP Nusantara Plus, SMA Nusantara Plus, SMK Nusantara 2 dan bersama pihak lain juga dibuka STIE Ganesha.

Meski menjadi office boy, namun sudah sejak lama saya memang bercita-cita punya yayasan pendidikan yakni sejak tahun 1975. Alhamdulillah mimpi saya kesampaian, ujar suami dari Dra. Hj. Rosdiana, SE, M.Pd ini. Setelah melalui perjalananan panjang, 20 tahun kemudian cita-citanya terwujud. Pahit-getir dialami selama menjalankan yayasan ini. Namun Alimudin tipikal orang yang tak patah semangat. Tiga prinsip yang dijalankan dalam memajukan yayasan yakni kerja ikhlas, tidak iri rezeki orang lain dan manajemen bersama. Kini, bersama istri tercinta, dia berhasil menahkodai kapal besar YAN.

Dengan keuletan dan kegigihannya, H. Alimudin bersama istri mampu mewujudkan mimpi besarnya. YAN sekarang dihuni ribuan pelajar dari berbagai wilayah di Indonesia mulai SMP hingga perguruan Tinggi. Saya menjalankan YAN selalu berdasarkan kesepakatan bersama, tidak ada istilah mentang-mentang. Apa yang saya lakukan dilapangan semuanya adalah hasil musyawarah,bukan kehendak pribadi semata, tambahnya.

Demi kemajuan YAN, Alimudin memberikan kesempatan kepada semua pendidik yang ada di YAN untuk menjadi penerusnya dalam hal manajemen. Seperti juga pelajaran yang diberikan kepada putra-putrinya. Jika diantara mereka ingin berkarir di YAN, harus dimulai dari bawah dulu, tidak bisa langsung menjadi pimpinan, karena kemajuan YAN berangkat dari profesionalisme.(bikin buku/bersambung)