Showing posts with label Yayasan Aldiana Nusantara. Show all posts
Showing posts with label Yayasan Aldiana Nusantara. Show all posts
Saturday, September 26, 2015
Ada 100 Pemda Beri Rekomendasi Calon Mahasiswa Yayasan Aldiana
Jakarta - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menonaktifkan tiga perguruan tinggi di bawah Yayasan Aldiana Nusantara. Ketiga kampus tersebut yakni Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Telematika, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Suluh Bangsa, dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) diduga melakukan praktik jual beli ijazah.
Padahal menurut pengelola yayasan, banyak pemerintah daerah yang memberikan rekomendasi bagi calon mahasiswa di tiga kampus tersebut. Salah satu pengelola yayasan Habibi Darussalam mengatakan bahwa pihaknya telah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah di seluruh Indonesia sejak lima tahun yang lalu.
Dalam catatan Habibi ada 100 lebih pemda di seluruh Indonesia yang memberikan rekomendasi kepada calon mahasiswa di Yayasan Aldinia. "Misalnya Pemda kota Sibolga, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur. Di Sulawesi ada 9 kabupaten," kata Habibi kepada detikcom di kompleks Yayasan Aldiana Nusantara, Jl Legoso Raya, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (21/9/2015).
Setelah muncul kabar bahwa tiga kampus di bawah Yayasan Aldiana dinonaktifkan, telepon genggam Habibi pun 'kebanjiran' pesan pendek dan panggilan masuk.
"Dari semalam sudah ada 50-an orang yang menelepon saya dari mahasiswa dan Pemda karena mereka khawatir akan isu ijazah bodong yang ada di televisi. Mereka resah dan bahkan ada beberapa yang langsung menyatakan ingin pindah," kata Habibi.
Sebenarnya setelah Yayasan Aldinia dituding melakukan praktik perkuliahan abal-abal, banyak pemda yang ingin menjadi saksi untuk membantahnya. "Tadinya pemda-pemda itu mau jadi saksi tapi kami tolak sementara kami coba nanganin sendiri dulu," kata Habibi.
(erd/try)
http://news.detik.com/
Sunday, June 7, 2015
Membuat Slide Presentasi yang menarik dengan Power Point
![]() |
| Slide Presentasi Power Point yang sangat menarik |
Kelompok 4 mahasiswa/siswi STIE Ganesha Ciputat, Yayasan Aldiana Nusantara membawakan Tehnik Presentasi Slide yang sangat menarik dengan power point .
- Konten yang menarik yaitu Jasa Desain Taman
- Desain layout gambar yang bagus
- Pemilihan warna yang menarik
- di Gabung dengan Voice dan Video
Selamat dan sukses buat teman-teman mahasiswa STIE Ganesha Yayasan Aldiana Nusantara, program Studi S1 Manajemen dan Akuntansi
![]() |
| Kelas Malam - Mahasiswa STIE Ganesha Ciputat Tangsel |
www.ganesha-stie.blogspot.com
Sunday, October 19, 2014
YAN-IWANAS Beri Beasiswa Kuliah dan Sekolah Gratis
CIPUTAT TIMUR, METROTANGSEL.COM - Kabar gembira bagi remaja di Tangerang Selatan (Tangsel). Yayasan Aldiana Nusantara (YAN) Tangsel dan Ikatan Wanita Nasional (IWANAS) Tangsel akan memberikan beasiswa kuliah dan sekolah gratis bagi remaja di kota ini. Hal itu akan dilakukan pada tahun 2013 ini.
Menurut Ketua Umum IWANAS Cicih Sunarsih, SE, hal ini merupakan salah satu bagian program kerja IWANAS. Sebab, organisasi wanita di Tangsel ini memang dikenal sebagai salah satu organisasi yang selama ini banyak mengadakan agenda-agenda sosial. “Kami akan menyeleksi para calon penerima beasiswa dengan maksimal dengan harapan beasiswa ini memang benar-benar dapat diterima oleh anak-anak kita yang membutuhkannya,” tutur Cicih usai menandatangani beasiswa kuliah dan sekolah gratis di Kampus YAN Pisangan Ciputat Timur.
Penandatanganan itu dilakukan oleh Pendiri YAN, DR. Alimudin Al-Murtala, MM, M.Pd. dengan Ketua Umum IWANAS, Cicih Sunarsih, SE. Dengan kesepakatan itu, IWANAS diberi kesempatan untuk merekrut calon siswa dan mahasiswa kurang mampu dari berbagai daerah di Tangsel untuk diberikan beasiswa.
Untuk memaksimalkan rekrutmen, IWANAS akan melakukan seleksi dengan menggandeng para Ketua RT dan Ketua RW se-Tangsel. Dari mereka pihaknya akan mengambil data remaja yang kurang mampu namun berprestasi di sekolahnya. “Inilah yang akan menjadi prioritas pemberian beasiswa ini,” jelasnya.
Dari MoU IWANAS-YAN tertuang, untuk tahap awal ini, IWANAS diberi kesempatan merekrut 100 pemuda Tangsel untuk diberi beasiswa dengan rincian beasiswa untuk SMP Nusantara Plus 8 siswa, SMK Nusantara 1 (16), dan SMA Nusantara Plus (4). Sedangkan kuota untuk 72 pemuda diberi kesempatan mendapat beasiswa untuk 4 perguruan tinggi yakni STT Telematika, STKIP Suluh Bangsa, STIE Ganesha dan STIM Budi Bakti.
Pendiri YAN, DR. Alimudin Al-Murtala, MM, M.Pd., mengatakan, para siswa penerima beasiswa akan dibebaskan dari uang pangkal, uang SPP, ujian nasional (50%). Sedangkan para mahasiswa penerima beasiswa dibebaskan dari uang pendaftaran, uang pangkal kuliah, uang paket kuliah selama 6 semester (D3) dan 8 semester (S1) serta uang uji/bimbingan skripsi (50%).
Dijelaskan Alimudin, beasiswa ini sebagai bentuk tanggungjawab sosial YAN untuk melaksanakan corporate social responsibility (CSR) yayasan. Selain itu juga bentuk tanggung jawab untuk membimbing putra-putri bangsa agar dapat mengenyam pendidikan sampai tingkat sarjana,” tuturnya. TRA/TS
Sumber: http://metrotangsel.com/2013/03/yan-iwanas-beri-beasiswa-kuliah-dan-sekolah-gratis/
Menurut Ketua Umum IWANAS Cicih Sunarsih, SE, hal ini merupakan salah satu bagian program kerja IWANAS. Sebab, organisasi wanita di Tangsel ini memang dikenal sebagai salah satu organisasi yang selama ini banyak mengadakan agenda-agenda sosial. “Kami akan menyeleksi para calon penerima beasiswa dengan maksimal dengan harapan beasiswa ini memang benar-benar dapat diterima oleh anak-anak kita yang membutuhkannya,” tutur Cicih usai menandatangani beasiswa kuliah dan sekolah gratis di Kampus YAN Pisangan Ciputat Timur.
Penandatanganan itu dilakukan oleh Pendiri YAN, DR. Alimudin Al-Murtala, MM, M.Pd. dengan Ketua Umum IWANAS, Cicih Sunarsih, SE. Dengan kesepakatan itu, IWANAS diberi kesempatan untuk merekrut calon siswa dan mahasiswa kurang mampu dari berbagai daerah di Tangsel untuk diberikan beasiswa.
Untuk memaksimalkan rekrutmen, IWANAS akan melakukan seleksi dengan menggandeng para Ketua RT dan Ketua RW se-Tangsel. Dari mereka pihaknya akan mengambil data remaja yang kurang mampu namun berprestasi di sekolahnya. “Inilah yang akan menjadi prioritas pemberian beasiswa ini,” jelasnya.
Dari MoU IWANAS-YAN tertuang, untuk tahap awal ini, IWANAS diberi kesempatan merekrut 100 pemuda Tangsel untuk diberi beasiswa dengan rincian beasiswa untuk SMP Nusantara Plus 8 siswa, SMK Nusantara 1 (16), dan SMA Nusantara Plus (4). Sedangkan kuota untuk 72 pemuda diberi kesempatan mendapat beasiswa untuk 4 perguruan tinggi yakni STT Telematika, STKIP Suluh Bangsa, STIE Ganesha dan STIM Budi Bakti.
Pendiri YAN, DR. Alimudin Al-Murtala, MM, M.Pd., mengatakan, para siswa penerima beasiswa akan dibebaskan dari uang pangkal, uang SPP, ujian nasional (50%). Sedangkan para mahasiswa penerima beasiswa dibebaskan dari uang pendaftaran, uang pangkal kuliah, uang paket kuliah selama 6 semester (D3) dan 8 semester (S1) serta uang uji/bimbingan skripsi (50%).
Dijelaskan Alimudin, beasiswa ini sebagai bentuk tanggungjawab sosial YAN untuk melaksanakan corporate social responsibility (CSR) yayasan. Selain itu juga bentuk tanggung jawab untuk membimbing putra-putri bangsa agar dapat mengenyam pendidikan sampai tingkat sarjana,” tuturnya. TRA/TS
Sumber: http://metrotangsel.com/2013/03/yan-iwanas-beri-beasiswa-kuliah-dan-sekolah-gratis/
Mahasiswa YAN Digembleng Pintar Menulis dan Jurnalistik
CIPUTAT, METROTANGSEL.COM - Sebanyak 120 mahasiswa dari Yayasan Aldiana Nusantara (YAN) selama 5 bulan mulai Februari hingga Juni 2013 akan mengikuti pelatihan menulis dan jurnalistik. Kegiatan ini merupakan kerjasama YAN dengan Swapelita (Silaturahmi Wartawan Penulis Lingkungan Tangerang Selatan).
Sekedar diketahui, para mahasiswa itu berasal dari 33 provinsi se-Indonesia yang merupakan mahasiswa program beasiswa YAN. Koordinator Program Beasiswa YAN, Habibie mengatakan, saat ini minat menulis mahasiswa sudah cukup tinggi. Hanya saja, kemampuan mahasiswa dalam menulis masih belum terasah dengan baik. “Bahkan, ada mahasiswa yang bisa mengungkapkan apa yang ada di benaknya namun tidak bisa menuangkan dalam bentuk tulisan,” jelasnya. Untuk itu, pihaknya ingin membekali para mahasiswa dengan ketrampilan jurnalistik, dengan harapan saat wisuda nanti para mahasiswa punya bekal ketrampilan di bidang penulisan.
Koordinator Umum Program Diklat dari Swapelita Anta Putra mengatakan, pola pelatihan yang dikembangkan beda dari biasanya. Swapelita, dalam pelatihan kali ini mengembangkan metode BLAC! (Belajar Langsung Action). Melalui metode ini, seorang peserta pendidikan diasah kemampuan menulisnya dengan pola-pola tertentu sehingga dalam waktu singkat sudah memiliki kemampuan menulis.
Seperti diketahui, YAN saat ini mengelola empat perguruan tinggi di Ciputat Tangerang Selatan (Tangsel). Diklat yang dipusatkan di Diklat ini akan dipusatkan di asrama mahasiswa YAN Mega Mall Ciputat Jl. Juanda Ciputat Tangsel ini untuk menindaklanjuti Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No. 152/E/T/2012 tentang publikasi karya ilmiah yang mewajibkan calon sarjana S1, S2 dan S3 mempublikasikan karya ilmiah.
Ketua Dewan Pembina Swapelita, Cicih Sunarsih, SE mengatakan, diklat seperti ini akan terus dikembangkan untuk membantu kemampuan mahasiswa untuk menulis. Di sisi lain diharapkan mahasiswa mampu bersikap kritis terhadap informasi dan mampu menganalisanya. “Yang paling penting, dengan program yang diadakan mampu menumbuhkan rasa percaya diri mahasiswa,” jelasnya.
Adapun pemateri program ini adalah wartawan dari berbagai media mulai dari media harian, mingguan, tabloid, majalah hingga media online. Materi yang diajakan diantaranya mengenal Pers dan Jurnalistik, teknik menulis berita, teknik wawancara, dan kode etik jurnalistik. Kemudian di bidang penulisan akan dilatih tips dan trik menulis, tips & trik menulis buku best seller, tips agar ide terus mengalir, panduan menulis sosok/profile, feature, foto jurnalistik dan desain/artistik. TRA
sumber: http://metrotangsel.com/2013/03/mahasiswa-yan-digembleng-pintar-menulis-dan-jurnalistik/
Sekedar diketahui, para mahasiswa itu berasal dari 33 provinsi se-Indonesia yang merupakan mahasiswa program beasiswa YAN. Koordinator Program Beasiswa YAN, Habibie mengatakan, saat ini minat menulis mahasiswa sudah cukup tinggi. Hanya saja, kemampuan mahasiswa dalam menulis masih belum terasah dengan baik. “Bahkan, ada mahasiswa yang bisa mengungkapkan apa yang ada di benaknya namun tidak bisa menuangkan dalam bentuk tulisan,” jelasnya. Untuk itu, pihaknya ingin membekali para mahasiswa dengan ketrampilan jurnalistik, dengan harapan saat wisuda nanti para mahasiswa punya bekal ketrampilan di bidang penulisan.
Koordinator Umum Program Diklat dari Swapelita Anta Putra mengatakan, pola pelatihan yang dikembangkan beda dari biasanya. Swapelita, dalam pelatihan kali ini mengembangkan metode BLAC! (Belajar Langsung Action). Melalui metode ini, seorang peserta pendidikan diasah kemampuan menulisnya dengan pola-pola tertentu sehingga dalam waktu singkat sudah memiliki kemampuan menulis.
Seperti diketahui, YAN saat ini mengelola empat perguruan tinggi di Ciputat Tangerang Selatan (Tangsel). Diklat yang dipusatkan di Diklat ini akan dipusatkan di asrama mahasiswa YAN Mega Mall Ciputat Jl. Juanda Ciputat Tangsel ini untuk menindaklanjuti Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No. 152/E/T/2012 tentang publikasi karya ilmiah yang mewajibkan calon sarjana S1, S2 dan S3 mempublikasikan karya ilmiah.
Ketua Dewan Pembina Swapelita, Cicih Sunarsih, SE mengatakan, diklat seperti ini akan terus dikembangkan untuk membantu kemampuan mahasiswa untuk menulis. Di sisi lain diharapkan mahasiswa mampu bersikap kritis terhadap informasi dan mampu menganalisanya. “Yang paling penting, dengan program yang diadakan mampu menumbuhkan rasa percaya diri mahasiswa,” jelasnya.
Adapun pemateri program ini adalah wartawan dari berbagai media mulai dari media harian, mingguan, tabloid, majalah hingga media online. Materi yang diajakan diantaranya mengenal Pers dan Jurnalistik, teknik menulis berita, teknik wawancara, dan kode etik jurnalistik. Kemudian di bidang penulisan akan dilatih tips dan trik menulis, tips & trik menulis buku best seller, tips agar ide terus mengalir, panduan menulis sosok/profile, feature, foto jurnalistik dan desain/artistik. TRA
sumber: http://metrotangsel.com/2013/03/mahasiswa-yan-digembleng-pintar-menulis-dan-jurnalistik/
DR ALIMUDIN AL-MURTALA: TIAP TAHUN YAN BERI BEASISWA SE-INDONESIA
CIPUTAT TIMUR, METROTANGSEL.COM – Setiap tahun, Yayasan Aldiana Nusantara (YAN) Tangerang Selatan (Tangsel) memberikan beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa se-Indonesia. Program ini sudah berjalan dua tahun. “Beasiswa yang kami berikan yakni untuk sekolah dan kuliah gratis,” ujar Direktur Perguruan YAN, Dr. Alimudin Al-Murtala, MM, M.Pd.
Hal ini dikatakan Alimudin kepada metrotangsel.com di sela-sela kegiatan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAC) 2013-2014 di Kampus Yayasan Aldiana Nusantara (YAN) Pisangan Ciputat Timur Tangsel, Kamis (12/9).
Menurut pria murah senyum ini, beasiswa ini sebagai bentuk tanggungjawab sosial kami untuk melaksanakan corporate social responsibility (CSR) yayasan. Selain itu juga bentuk tanggung jawab untuk membimbing putra-putri bangsa agar dapat mengenyam pendidikan sampai tingkat sarjana.
Dalam menyeleksi para calon mahasiswa, YAN menggendeng Pemda di berbagai daerah di Indonesia dan bekerjasama dengan berbagai lembaga dan organisasi. Seperti pada tahun 2013 ini, ada 800-an mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari berbagai daerah.
Seperti diketahui, YAN yang berdiri tahun 1999, awalnya diketuai Drs. Alimudin Al-Murtala, MM,M.Pd. Lembaga pendidikan pertama yang dikelola adalah Akademi Pariwisata (Akpar) Nusantara yang berdiri tahun 1995. Selanjutnya, struktur diubah, dimana Ketua dipegang oleh Dra. Hj. Rosdiana, SE,MM dan Drs. Alimudin Al-Murtala, MM,M.Pd sebagai Direktur Perguruan YAN.
Saat ini, YAN mengelola sejumlah lembaga pendidikan mulai dari SMP Nusantara Plus berdiri tahun 2006, SMK Nusantara 1 (2001), SMK Nusantara 2 (2009) dan SMA Nusantara Plus (2011) dengan jumlah siswa mencapai 2.450 anak. Kemudian, untuk perguruan tinggi di bawah naungan YAN adalah Akpar Nusantara, STT Telematika dan STIE Ganesha, STKIP Suluh Bangsa, dan STIP Tangerang Raya.
TRA
kliping berita: http://metrotangsel.com/2013/09/dr-alimudin-al-murtala-tiap-tahun-yan-beri-beasiswa-se-indonesia/
Saturday, October 18, 2014
DR. H. ALIMUDIN: PIALA ADIPURA JANGAN DIKEJAR, NANTI DATANG SENDIRI
![]() |
| H. Alimudin Al-Murtala, Pendiri YAN. (foto putra) |
Bagaimana Anda melihat kondisi lingkungan di Kota Tangerang Selatan ini?
Tidak mudah memang menjaga kebersihan di kota Tangsel ini. apalagi Tangsel adalah kota yang sangat padat penduduk dan posisinya sebagai penyangga ibukota Jakarta. Mau tidak mau, suka tidak suka, masalah sampah dan lingkungan akan menjadi problem utama. Jadi, mengejar piala Adipura di tengah minimnya kesadaran warga untuk menjaga kebersihan dan keasrian lingkungannya ibarat menggarami air laut. Hal ini akan sia-sia saja.
Lalu bagaimana solusinya?
Saya punya logika terbalik soal Adipura ini. selama ini yang sering terlihat, berbagai daerah konsentrasi fisik dan wajah daerahnya menjelang penilaian tim Adipura, terutama di daerah yang menjadi titik-titik pantau penilaian. Namun mereka kerap melupakan pembenahan kesadaran warganya. Padahal kata kunci Adipura itu adalah kesadaran warga untuk sama-sama menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan. Kalau seluruh warga sudah punya persepsi sama menjaga kebersihan, keindahan dan keasrian lingkungan, kita tak perlu mengejar Adipura. Sebab, Piala Adipura akan datang sendiri.
Tapi apakah hal ini tidak akan memakan waktu lalu, sementara Tangsel kini sedang mempercepat upaya mendapatkan piala Adipura?
Adipura hanyalah sebuah piala. Memang bagi seorang kepala daerah, Adipura itu menjadi lambang prestise tersendiri. Jadi, tidak salah jika para kepala daerah berebut memperjuangkan wilayahnya untuk meraihnya. Tapi, ada hal penting dibalik pemberian penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup itu. Sekali lagi yakni kesadaran warga akan kebersihan lingkungannya, itulah yang utama. Menanamkan Adipura dalam diri warga justru jauh lebih penting ketimbang berlomba merebut pialanya. Jika kesadaran ini sudah terbangun, maka, ada atau tidak ada ajang lomba Adipura, sebuah kota akan tetap terjaga kebersihan dan keindahannya.
Bagaimana langkah memulai kesadaran lingkungan?
Hal paling efektif untuk mengawali membangun kesadaran warga menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan yakni dari sekolah. Dari sana dilakukan program edukasi dengan menanamkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan bagi siswa hingga mahasiswa. Idealnya, kesadaran menjaga lingkungan itu harus mulai ditanamkan sejak dini yakni pada anak-anak yang masuk duduk di bangku TK/PAUD. Sebab, semakin awal diberikan kesadaran soal lingkungan, hal itu akan tertanam hingga mereka dewasa. Jika hal ini dilakukan secara berkesinambungan, dalam beberapa tahun ke depan, kita akan punya “Generasi Clear & Green”. PUTRA
Sumber: metrotangsel
Ketua Yayasan Aldiana Nusantara (YAN)
6:17 PM
Dr. H. Alimudin Al- Murtala, Dra. Hj. Rosdiana, kliping, News, Stie Ganesha, YAN, Yayasan Aldiana Nusantara
No comments
HJ. ROSDIANA: MANUSIA PERLU AMBISI, TAPI JANGAN AMBISIUS
BAGI Dra. Hj. Rosdiana, SE, M.Pd, menjadi Ketua Yayasan Aldiana Nusantara (YAN)—sebuah lembaga pendidikan besar di Tangerang Selatan (Tangsel), tidak terlalu menyulitkannya. Sebab, latar belakang wanita kelahiran Pare-Pare Sulawesi Selatan 25 Juni 1963juga berasal dari keluarga pendidik. “Sebagian besar keluarga saya adalah pendidik,” tuturnya.
BAGI Dra. Hj. Rosdiana, SE, M.Pd, menjadi Ketua Yayasan Aldiana Nusantara (YAN)—sebuah lembaga pendidikan besar di Tangerang Selatan (Tangsel), tidak terlalu menyulitkannya. Sebab, latar belakang wanita kelahiran Pare-Pare Sulawesi Selatan 25 Juni 1963juga berasal dari keluarga pendidik. “Sebagian besar keluarga saya adalah pendidik,” tuturnya.
Sekedar diketahui, YAN didirikan oleh Dr. H .Alimudin Al-Murtala, MM, M.Pd. yang tak lain adalah suaminya. Berkat ketekukan dan keuletan pasangan suami-istri itu, kini YAN menjelma menjadi sebuah lembaga pendidikan yang sangat besar. Tercatat ada seribuan mahasiswa yang kuliah di kampus YAN yang terletak di Pisangan Ciputat Timur Tangsel. Mereka berasal dari Akpar Nusantara, STIE Ganesha, STT Telematika, STKIP Suluh Bangsa, dan STIP Tangerang Raya—perguruan tinggi yang dikelola YAN.Itu belum termasuk sekolah SMP, SMA dan SMK milik YAN yang muridnya pun mencapai 3 ribu lebih.
Di YAN, kata wanita anggun ini, motto yang dipakai adalah “Hidup-hidupkan YAN agar kita bisa mencari penghidupan di YAN”. Maksudnya, target ke depan yang ingin dicapai yakni berupaya mensejahterakan lingkungan agar masyarakat dan guru yang ada dilingkungannya bisa hidup sangat layak.
Meski YAN didirikan bersama sang suami, namun dirinya tidak menerapkan manajemen keluarga. Dalam mengambil kebijakan misalnya, dirinya selalu melibatkan seluruh keluarga besar YAN. Bahkan, dalam jenjang karir di YAN, pihaknya pun memberi kesempatan sama kepada seluruh pendidik untuk menjadi penerusnya dalam hal manajemen. Kepada putra-putrinya, jika ada diantara mereka yang ingin berkarir di YAN, harus dimulai dari bawah dulu. “Tidak bisa langsung menjadi pimpinan, karena kemajuan YAN berangkat dari profesionalisme,” ujarnya.
Dalam menjalani kehidupan, Rosdiana selalu berprinsip, boleh punya ambisi, tapi jangan ambisius. Hal itu juga yang selalu diingatkan kepada sang suami. Apalagi, Alimudin selama ini dikenal sebagai sosok yang enerjik, baik dalam berfikir maupun bertindak. “Sebagai istri, saya harus mampu mengimbanginya. Baik dalam bentuk nasehat, saran maupun pemikiran sehingga bisa seiring sejalan,” urainya.TRA
Sumber: metrotangsel.com
















